BEKASI, SinarSuryanews.com — PT PLN (Persero) resmi memulai proyek penanaman kabel bawah tanah di Jl. Kali Abang Tengah, Kec. Bekasi Utara, Kota Bekasi. Proyek ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan keandalan listrik dan merapikan jaringan di wilayah Kota Bekasi.
Berdasarkan pantauan SinarSuryanews.com Selasa, 08 September 2026, pekerjaan telah dimulai di 2 titik lokasi yaitu RT.004/RW.006 Perwira dan RT.010/RW.017 Kaliabang Tengah.
Di lokasi terlihat papan proyek berlogo PLN, genset, serta para pekerja yang sedang melakukan penggalian. Material berupa karung berisi pasir dan batu juga telah disiapkan untuk proses pengurugan kembali.
PLN KOMITMEN TINGKATKAN KUALITAS LAYAN
Perwakilan pelaksana proyek di lapangan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengganti jaringan udara menjadi kabel tanah.
“Ini program PLN untuk merapikan jaringan dan meningkatkan keandalan listrik di Bekasi Utara. Kami mohon dukungan dan doa dari warga agar pekerjaan berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar salah satu petugas di lokasi.
HARAPAN WARGA
Warga RT.010/RW.017 Kaliabang Tengah menyambut baik adanya proyek ini. Mereka berharap setelah pekerjaan selesai, keindahan kota semakin tertata dan tidak ada lagi tiang kabel yang semrawut.
“Kami dukung program PLN. Harapannya setelah digali, jalannya dirapikan lagi seperti semula. Kalau bisa selama pengerjaan ada rambu dan petugas yang mengatur lalu lintas biar aman untuk pengendara,” kata salah seorang warga.
Warga juga berharap pihak pelaksana dapat mengutamakan keselamatan kerja dan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung.
DUKUNGAN PEMKOT
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas PUPR diketahui telah memberikan dukungan terhadap program penataan jaringan kabel bawah tanah ini. Dengan adanya kabel tanah, diharapkan estetika kota semakin baik dan risiko gangguan akibat cuaca dapat diminimalisir.
Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan masih terus berlangsung. Pihak PLN UP3 Bekasi menghimbau warga agar berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan memaklumi adanya gangguan sementara selama masa konstruksi. (ST)












