BANDUNG – Proyek Rehab Jalan Cipanjalu, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung senilai Rp743.613.710 disorot publik. Pantauan lapangan menunjukkan beton jalan baru dicor sudah retak, keropos di pinggir, dan proses curing ditutup plastik seadanya. Padahal masa kontrak 90 hari kalender baru berjalan.
Papan proyek DPUPR Kab. Bandung menyebut pekerjaan dikerjakan CV Malaka Putra, konsultan pengawas CV Gatriec Engineering Konsultan, sumber dana APBD 2026.
*Beton Retak & Keropos Sebelum Dipakai*
Foto dokumentasi lapangan, Juni 2026, memperlihatkan beberapa kejanggalan:
1. *Retak memanjang* – Beton rigid yang baru dicor sudah muncul retak di beberapa titik. Ini indikasi adukan kurang mutu, curing tidak optimal, atau tulangan tidak dipasang.
2. *Pinggir keropos* – Sisi badan jalan hancur, agregat kasar lepas, tulangan wiremesh tidak terlihat. Ketebalan beton juga meragukan, diduga di bawah spek.
3. *Curing seadanya* – Beton ditutup plastik/karung goni, tapi banyak yang terbuka dan kotor. Padahal curing 7-14 hari wajib biar mutu K-300/K-350 tercapai.
“Beton umur seminggu udah retak gini = gagal mutu. Kalau dipaksa dipakai mobil, 3 bulan pasti ambrol,” kata ahli konstruksi jalan.
*Angka vs Fisik Nggak Nyambung*
1. *Nilai Kontrak*: Rp743.613.710 dari HPS Rp750 juta. Selisih cuma Rp6,3 juta = hampir nggak ada efisiensi.
2. *Volume RUP*: 1.192,37 m2. Kalau tebal 15 cm = butuh ±179 m3 beton. Harga Rp743 juta : 179 m3 = Rp4,15 juta/m3. Harga beton K-300 readymix di Bandung ±Rp1,1-1,3 juta/m3. Sisanya buat bekisting, upah, drainase. Tapi fisiknya keropos begini?
3. *Waktu*: 90 hari kalender. Kalau kontrak Maret 2026, harusnya Juni 2026 udah selesai. Tapi curing aja masih berantakan.
*DPUPR + Konsultan Pengawas Ditagih Tanggung Jawab*
Warga Cilengkrang kecewa. Dana APBD Rp743 juta dari pajak rakyat hasilnya begini.
“DPUPR, PPTK, sama CV Gatriec harus turun cek. Ini duit rakyat, masa hasilnya retak-retak. Konsultan pengawas kemana aja?” tanya warga.
Hingga berita ini naik, Kepala Bidan Jalan PUTR Kab.Bandung Kab. Bandung dan pelaksana CV Malaka Putra, lebih memilih bungkam atau belum memberikan klarifikasi. Publik menuntut:
1. *Uji core drill* – Cek tebal + mutu beton di lab.
2. *Hentikan serah terima* – Jangan BA-100% dulu kalau mutu gagal.
3. *Perbaiki + denda* – Kontraktor wajib bongkar yang rusak, sesuai Perpres 16/2018. (Red)












